Caption Foto: Pisah sambut Dekan Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism (FDCHT) BINUS University dari Dr. Yanti kepada Dr. Dea Prasetyawati, S.ST. Par., M.M., dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026, pukul 13.30–15.00 WIB, di Gedung H2, Kampus Syahdan, BINUS University, Kemanggisan, Jakarta, secara hybrid bersama dosen dan pimpinan program studi FDCHT di Jakarta dan Malang.

(FDCHT) – Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism (FDCHT) BINUS University menggelar acara pisah sambut dekan dari Dr. Yanti kepada Dr. Dea Prasetyawati, S.ST. Par., M.M., pada Rabu, 2 September 2026. Kegiatan berlangsung pukul 13.30–15.00 WIB secara hybrid, dengan lokasi utama di Gedung H2, Kampus Syahdan, BINUS University, Kemanggisan, Jakarta.

Acara diawali dengan pertemuan bersama dosen FDCHT dan para pimpinan program studi di bawah naungan fakultas. Program studi tersebut meliputi Ilmu Komunikasi (Marketing Communication/Markom) Jakarta, Digital Media Communication (DMC), Hotel Management (HM), Business Hotel Management (BHM), Digital Communication BINUS Malang, serta Public Relations BINUS Malang.

Dosen dan pimpinan program studi dari kampus BINUS Greater Jakarta, termasuk Kemanggisan, Alam Sutera, dan Bekasi, hadir secara langsung di Kampus Syahdan. Sementara itu, peserta dari BINUS Malang mengikuti kegiatan melalui Zoom.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Dr. Dea menyampaikan apresiasi kepada Dr. Yanti atas fondasi kuat yang telah dibangun untuk FDCHT. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kehangatan, kebaikan, dan bimbingan yang diterimanya saat memulai tanggung jawab baru sebagai dekan.

“Thank you, Bu @yuncentjong, for building such a strong foundation for the Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism, and especially for your warmth and kindness in guiding me as I begin this new journey,” tulis Dea.

Ia juga berharap Dr. Yanti tetap memberikan arahan dalam perjalanan ke depan. “Please continue to guide me as we learn, grow, and flourish together, Bu,” tulisnya.

Menghadapi Tanggung Jawab Baru dengan Semangat Bertumbuh

Dalam unggahan Instagram yang sama, Dr. Dea membagikan refleksinya mengenai perasaan insecure setelah dipercaya menjadi dekan. Baginya, perasaan tersebut bukan muncul karena meragukan kecerdasan atau kemampuan diri, melainkan karena menyadari banyaknya hal baru yang perlu dipelajari.

“Tentulah masih insecure. Tapi insecurity aku itu sekarang bukan insecure karena aku nggak merasa pintar, aku merasa nggak bisa. Tapi aku merasa bahwa banyak sekali hal yang aku harus pelajari dan banyak hal baru yang aku harus terus catch up.”

Ia melanjutkan bahwa pertanyaan yang lebih besar baginya adalah apakah dirinya mampu membawa perubahan bagi tim dan fakultas yang baru dipimpinnya.

“Aku lebih kepikiran apakah aku bisa membawa perubahan ke tim aku yang baru, ke fakultas aku yang baru. Karena aku nggak pengen suatu hari orang itu cuma bilang bahwa, ‘Oh iya, aku pernah punya dekan namanya Dea.’ Tapi aku pengen semua murid atau semua tim yang pernah kerja sama aku bilang bahwa waktu aku kerja sama Dea, aku bertumbuh bersama dia.”

Dr. Dea ingin agar orang-orang yang bekerja dan belajar bersamanya memiliki kesempatan untuk berkembang bersama. Ia berharap kehadirannya sebagai pemimpin dapat membantu orang lain belajar, bertumbuh, dan menjadi versi diri yang lebih baik.

“Mereka bisa belajar bareng, bisa grow bareng, dan aku pengen membawa perubahan ke the better version of anyone who [works with] me,” ungkapnya.

Menutup refleksinya, Dr. Dea menyampaikan pesan bagi mereka yang sedang memulai pekerjaan atau memasuki lingkungan baru dan merasakan ketidakpercayaan diri. Menurutnya, perasaan tersebut tidak selalu harus dipandang sebagai tanda ketidakmampuan, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk mengenali diri dan mulai bertumbuh.

“Jadi buat kamu yang lagi ada di kerjaan baru, kampus baru, kalau kamu insecure, just listen to it, sit with it and see. Probably it’s just a sign di mana kamu bisa mulai bertumbuh.”

Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari perjalanan FDCHT BINUS University dalam melanjutkan fondasi yang telah dibangun sekaligus mengembangkan fakultas ke depan. Bagi Dr. Dea, amanah baru tersebut juga menjadi kesempatan untuk belajar bersama tim, mendorong perubahan, dan membangun lingkungan yang memungkinkan setiap orang berkembang.**